Pertimbangan Memulai Bisnis Hidroponik Pemula, Untung atau Rugi?

Saat ini bisnis berkebun sayuran hidroponik di kalangan masyarakat perkotaan sedang menjadi tren dan mendapat banyak perhatian di berbagai media. Tetapi, beberapa di antara kita masih banyak yang bertanya apakah pertanian hidroponik skala bisnis benar-benar menguntungkan? Jawabannya cenderung relatif tergantung produksi kebun yang anda buat, mulai dari kebun skala hobi yang dibisniskan atau skala full bisnis.

Pertanian secara hidroponik umumnya dibangun di dalam ruangan atau di rumah kaca (green house). Kelebihan memakai rumah kaca sebagai ruang khusus terbukti dapat meningkatkan produktifitas panen dan menghindari penggunaan pestisida kimia karena hama tidak mudah masuk ke dalam sistem hidroponik. Disisi lain, adanya fasilitas green house juga memiliki kelemahan di sektor finansial yakni bengkaknya biaya awal produksi. Dalam postingan ini, kita akan membahas bagaimana proses proses membangun kebun hidroponik skala bisnis dan menghitung untung-ruginya sebagai bahan pertimbangan bagi pemula untuk skala bisnis,
sayur hidroponik skala bisnis
Tips memulai bisnis sayuran kebun hidroponik

Peluang Bisnis! Hidroponik Menawarkan Kemudahan Perawatan, Sayuran Bebas Pestisida dan Segar

Untuk bisnis, kemudahan perawatan merupakan faktor penting untuk menekan cost. Dengan adanya rumah kaca maka penggunaan dapat diminalisir atau tidak digunakan sama sekali. Kenampakan sayuran yang dtanam secara hidroponik juga lebih segar dan mengandung vitamin yang lebih banyak sehingga disebut sayuran sehat. Mengingat saat ini tren hidup sehat selalu digalakkan, peluang untuk menyerap pasar sayuran hidroponik yang notabene lebih segar segar, sehat dan berkualitas tinggi sangat terbuka lebar.

Biaya Pembuatan Kebun Hidroponik Skala Bisnis

Bisnis hidroponik memang menjanjikan, namun anda harus meronggoh kocek lebih dalam untuk membuat sistem kebun hidroponik yang sempurna. Untuk pembuatan rumah kaca lengkap dengan baja ringan, screen insect net dan plastik UV biayanya bisa mencapai Rp. 300-400 ribu/m2. Jika anda ingin memiliki kebun hidroponik dengan luasan 500 m2 maka biaya infestasi green house yang dikeluarkan mencapai Rp. 150 jutaan. Belum lagi ditambah biaya pembuatan modul hidroponik yang mencapai 2,5 juta per modul lengkap setiap 300 lubang tanam. Jika dalam luasan 500 m2 dapat dipasang modul sebanyak 40 buah, maka akan ada sekitar 12.000 lubang tanam sayuran hidroponik untuk diproduksi. Artinya bisnis ini membutuhkan biaya investasi awal yang sangat besar, namun apabila pasarnya sudah jelas maka biaya tersebut bisa tertutupi dalam waktu kurang dari 2-3 tahun.

Benarkah Biaya Poduksi Berkebun Hidroponik Tinggi?  

Memang benar, jika diamati sekilas biaya produksi sayuran hidroponik agaknya cukup mahal karena membutuhkan nutrisi AB Mix, media tanam khusus dan listrik. Harga normal nutrisi AB mix untuk ukuran 1000 liter di pasaran saat ini yaitu Rp. 100 ribu sedangkan rockwool Rp. 75 ribu. Belum lagi biaya lain-lain seperti listrik, pegawai dan biaya tak tentu. Namun, bagi anda yang sudah terjun langsung menjadi petani hidroponik nampaknya biaya tersebut ternyata lebih murah dibanding biaya produksi pada sayuran konvensional. Ingin tahu detilnya, mari kita adakan hitung-hitungan.

Hitung-hitungan Biaya Produksi Sayuran Hidroponik (Sawi)

Di Ceria Hydrofarm, kami menanam berbagai jenis sayuran hidroponik dengan produksi sayuran utama yakni caisim, pakchoy dan kangkung. Ketiganya menurut saya memiliki biaya produksi yang relatif lebih rendah dan menghemat tenaga kerja lebih sedikit. Untuk sawi jenis sawi-sawian, rockwool yang berharga 75.000 rupiah/slab dapat dipotong-potong dengan ukuran 2,5x2,5 menjadi 1500 bagian rockwool untuk dijadikan media tanam. Artinya untuk satu lubang tanam hanya membutuhkan sekitar Rp. 50 tanpa mencangkul tanpa keringat. Sedangkan biaya kebutuhan nutrisi, benih dan listrik secara berturut-turut Rp.100, Rp. 25 dan Rp. 500 untuk masing-masing lubang tanam. Biaya produksi ini akan mudah tertutupi apabila anda sudah memiliki pasar yang jelas, sistem rapi dan berpengalaman.
logo hidroponik
Rumah hidroponik Ceria Hydrofarm

Tips Mencari Pasar Sayuran Hidroponik

Mencari pasar untuk sayuran hidroponik caranya susah-susah gampang. Jika masih pemula, coba pasarkan hasil panen sayuran terlabih dahulu langsung ke konsumen masyarakat seperti rumah tangga dan restoran. Masuk kedalam komunitas hidroponik dan ikuti setiap kegiatan pelatihan hidroponik yang diadakan, di situ anda akan memperoleh banyak manfaat selain ilmu budidaya, salah satu diantaranya adalah relasi pasar. Gunakan juga sosial media untuk menjaring pasar di kalangan anak-anak muda untuk mencari pelanggan yang akan membeli sayuran hidroponik kita.

Untuk memenuhi pasar tidak serta merta pula kita menanam sayuran hidroponik tanpa pertimbangan. Pertimbangkan juga sayur yang diminati pasar dengan melakukan survey sebelum memulai produksi. Beberapa waktu yang lalu saya sudah menulis artikel mengenai Pilihan Tanaman Terbaik Untuk Ditanam Secara Hidroponik, di bawah ini juga sudah saya tambahkan mengenai sayuran apa saja yang selalu diminati pasar hidroponik.
sayur hidroponik jual kemana
Pemasaran hidroponik ritel, Palembang Green Corner Group

Sawi, sayuran hidroponik potensial dengan pasar luas

Salah satu sayuran hidroponik yang memiliki pasar yang luas yaitu sawi dari jenis caisim dan pakcoy. Kedua jenis sayuran ini konsumennya fleksibel mulai dari ritel, restoran hingga ibu rumah tangga. Penyaluran sawi hidroponik juga dapat disalurkan ke pasar tradisional jika kebun didapati kelebihan produksi. Untuk kisaran harga saat ini, sayuran hidroponik dihargai sekitar Rp. 14.000-35.000 tergantung kualitas sayur dan jenis konsumen.

Jangkauan sayuran selada untuk pasar ritel dan hotel

Peminat sayuran selada mungkin tidak banyak, namun sayuran hijau jenis ini memiliki nilai jual yang cukup tinggi dan dihargai 20.000-45.000 rupiah untuk setiap kilogramnya. Jenis pasar untuk sayuran selada yakni untuk ritel dan produsen sayuran olahan. Beberapa konsumen rumah tangga juga sering meminati selada hidroponik sebagai lalap masakan.

Sayuran kangkung cepat diserap pasar dan mudah dijual

Satu lagi tanaman sayur hidroponik yang mudah diserap pasar yaitu kangkung. Keunggulan kangkung yang ditanam secara hidroponik dibandingkan konvensional yakni teksturnya lebih renyah namun tidak alot, rasanya juga lebih manis yang membuatnya sangat disukai oleh konsumen. Pasar terbesar sayur kangkung hidroponik bisa dijual ke komplek perumahan, pameran, ritel, restoran hingga pasar tradisonal. Harganya pun relatif, ada yang Rp. 5000 per ikat dan 10.000 per kg tergantung permintaan.

Kesimpulan Analisis Usaha

Untuk membuat analisis usaha saya anggap terlalu panjang untuk ditulis disini, untuk lengkapnya akan dibuat pada artikel khusus. Tapi kesimpulannya bisnis tanaman hidroponik sangat menguntungkan dan masa depannya menjanjikan. Kesadaran konsumen akan produk yang sehat dan bebas pestisida menunjukkan trend yang terus meningkat. Perawatan dan biaya produksi yang cenderung lebih rendah membuatnya lebih mudah dimanajemen sehingga menghasilkan produk sayur yang ketersediaannya selalu kontinyu. Berdasarkan pengalaman kami di Ceria Hydrofarm, keuntungan bersih yang diperoleh dalam bisnis hidroponik yaitu sebesar 40-60% dari biaya produksi tergantung jenis sayur dan cuaca yang dihadapi di lapangan. Jadi tunggu apalagi, mari manfaatkan lahan sempit untuk menjadi petani hidroponik.

Sekian artikel tentang Pertimbangan Memulai Bisnis Hidroponik Pemula, Untung atau Rugi?. Jika artikel ini bermanfaat silahkan bagikan tulisan ini disertai sumber dari www.yugosp.com untuk menghargai jerih payah saya dalam menulis. Anda juga bisa membagikan tulisan ini melalui social media facebook, twitter atau whatsapp melalui tombol yang sudah disediakan di bawah ini. Sekian dari saya salam urban farmer!

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pertimbangan Memulai Bisnis Hidroponik Pemula, Untung atau Rugi?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel