Hama Penting Padi #2: Waspada Terhadap Wereng Batang Coklat (WBC)

Wereng Batang Coklat (WBC) atau Nilaparvata lugens adalah hama penting yang sangat berbahaya terhadap tanaman padi di Indonesia. Serangga hama monophagous ini dapat menyebabkan kerusakan parah pada tanaman padi dengan cara menghisap cairan/nutrisi batang dan daun sehingga menyebabkan tanaman seperti terbakar (hopper burn). Kemampuan WBC sebagai ovipositing dan vektor pembawa penyakit virus dengan radius yang sangat jauh menambah resiko betapa bahayanya jenis hama padi yang satu ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, ledakan hama Nilaparvata lugens telah banyak terjadi di Indonesia salah satunya di Sumatera Selatan meliputi Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir. Kerusakan pada tanaman padi dapat mengakibatkan hilangnya hasil yang signifikan pada varietas padi yang rentan. Kerugian produksi beras yang disebabkan oleh N. lugens dapat merugikan petani karena hilangnya produksi panen.
nilaparvata lugens
Hama WBC pada Tanaman Padi


Klasifikasi Wereng Batang Coklat (WBC)

Kingdom: Metazoa
        Filum: Arthropoda
            Subfilum: Uniramia
                Kelas: Insecta
                    Ordo: Hemiptera
                        Subordo: Auchenorrhyncha
                            Family: Delphacidae
                                Genus: Nilaparvata
                                     Spesies: Nilaparvata lugens

Morfologi Wereng Batang Coklat

Bentuk Telur WBC

Telur WBC diletakkan oleh betina pada pelepah daun padi, ketika populasi wereng batang coklat sangat tinggi biasanya telur diletakkan di sekitar pelepah dan tulang daun. Bentuk telur telur bulat lonjong dan selalu bergerombol. Setiap kerombolan telur biasanya terdapat 3-21 butir telur dan akan menetas dalam waktu antara 7-11 hari.
wereng coklat brakhiptera
Wereng Coklat brakhiptera
sayap abnormal

Bentuk Nimfa WBC

WBC sebelum dewasa disebut nimfa, pada nimfa terdapat proses alami pergantian kulit dan perubahan bentuk yang disebut instar. Nimfa wereng batang coklat mengalami proses instar sebanyak 5 kali sebelum menjadi WBC dewasa. 

Nimfa dewasa memiliki panjang sekitar 2,1 mm dan dapat berkembang menjadi 2 tipe, yakni makroptera yang bersayap panjang normal dan brakhiptera yang bersayap kecil abnormal.

Bentuk Imago WBC

Wereng batang coklat dewasa memiliki tubuh berwarna coklat kekuningan pada daerah dorsal dan berwarna coklat pada bagian ventral. Ukuran tubuh WBC dewasa sekitar 2,6-2,9 mm dan memiliki sayap tipe hemiptera untuk bergerak dan terbang. 

Siklus Hidup/Biologi Wereng Batang Coklat

Betina dewasa yang berkembang dari golongan makroptera akan melakukan migrasi dan tersebar ke daerah-daerah yang ditanami padi untuk meletakkan telur-telur mereka. Nimfa dari instar I akan menetas setelah 5-9 hari, kemudian instar pertama akan berganti sebanyak lima kali menjadi instar kelima selama periode 2-3 minggu. 

Pada awalnya populasi WBC yang bertipe brakhiptera lebih banyak dibanding tipe makroptera. Namun seiring kepadatan populasi wereng yang terus meningkat sumber makanan akan menjadi langka sehingga proporsi perkembangan makroptera meningkat. 

Siklus hidup wereng memakan waktu hingga 30 hari, seekor betina dewasa tipe makroptera dapat menghasilkan rata-rata 100 telur setiap siklus hidupnya, sedangkan betina dewasa golongan brakhiptera  mampu mengasilkan telur sebanyak 300 hingga 700 butir telur. Di daerah tropis, Nilparvata lugens aktif sepanjang tahun dan menghasilkan 3-6 generasi per musim tanam. Wereng batang coklat sangat sering bermigrasi ketika makanan yang ditempati sebelumnya dan menempati wilayah inang baru dengan jarak ratusan kilometer jauhnya. 

Gejala Serangan Hama Wereng Batang Coklat Terhadap Tanaman Padi

WBC menyerang pada semua fase pertumbuhan padi. Umumnya hama ini menyerang satu tanaman dengan cara berkelompok pada pangkal tanaman dan menghisap cairan pada batang sehingga menyebabkan tanaman berubah menjadi kuning dan kering. Pada tahap awal serangan, akan timbul bercak bulat kuning pada tanaman padi yang lama-kelamaan akan berubah kecoklatan seperti terbakar. Tanaman terbakar akibat wereng (hopper burn) mengekibatkan bahaya sangat serius terhadap hasil produksi. Penurunan produksi akbibat ulah serangan hama wereng dapat mengakibatkan petani mengalami tingkat kegagalan panen mencapai 90-100%.

Teknis Pengendalian Hama Wereng Batang Coklat di Sekitar Sawah

Pencegahan WBC Secara Dini

Untuk meminimalisir dampak serangan N. Lugens dapat dilakukan dengan cara pengendalian teknis sebagai berikut:
  • Bersihkan gulma dan jaga sanitasi lingkungan sawah dan sekitarnya
  • Hindari penggunaan insektisida sembarangan yang dapat mematikan musuh alami.
  • Gunakan varietas yang tahan WBC. Hubungi dinas pertanian terdekat mengenai hal ini karena setiap varietas memiliki respon yang berbeda-beda pada setiap daerah
  • Selalu memeriksa apakah terdapat telur-telur dari WBC di sekitar tanaman.
  • Gunakan perangkap teknis misalnya dari bohlam lampu yang diletakkan di atas air sabun pada sekitar daerah sawah pada malam hari. Jika pada pagi harinya ditemukan banyak wereng yang terperangkap pada alat tersebut segera konsultasikan ke penyuluh pertanian setempat untuk ditindak lanjuti


Cara Pengendalian WBC

Cara Pengendalian Mekanis dan fisik


  • Pembersihan gulma dan menjaga lingkungan sekitar sawah akan membantu meminimalisir populasi hama karena inang alternatif berkurang
  • Selalu memeriksa persemaian dan tanaman padi setiap saat, jika terdapat telur atau hama wereng dewasa segera dibunuh dan dipisahkan dari tanaman

Cara Pengendalian Biologis

Jika populasi musuh alami lebih banyak dibanding populasi WBC maka resiko ledakan hama akan menurun. Pelepasan musuh alami seperti laba-laba air, kumbag koksi dan serangga parasitoid telur cukup ampuh untuk mengendalikan populasi WBC. Wereng batang coklat juga dapat dikendalikan oleh jamur entomopetogen seperti Beauveria bassiana dan Metharrizium sp.

nilaparvata lugens
Pengendalian hama dengan penyemprotan insektisida

Cara Pengendalian Secara Kimawi

Penerapan pestisida kimia hanya boleh dilakukan jika memenuhi syarat berikut:
  • ditemukan rata-rata lebih dari satu wereng per batang,
  • populasi jumlah wereng rata-rata cenderung lebih banyak dibandingkan populasi musuh alami,
Pestisida berbahan aktif dimehipo, buprofzin, imidakloprid, klorantraniliprol dan lamda sihalothrin cukup ampuh untuk mengendalikan hama wereng batang coklat. Selalu diingat untuk menggunakan secara bijak penggunaan pestisida yang mengikuti prinsip 6 Tepat, yaitu tepat dosis, tepat jenis, tepat sasaran, tepat cara, tepat waktu dan tepat tempat. Untuk lebih jelasnya bisa anda konsultasikan ke dinas pertanian setempat.

Sekian artikel mengenai Hama Penting Padi #2: Waspada Terhadap Wereng Batang Coklat (WBC). Mohon untuk membagikan informasi ini kepada rekan-rekan petani di seluruh Indonesia. Sekian dari saya semoga dapat bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Hama Penting Padi #2: Waspada Terhadap Wereng Batang Coklat (WBC)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel