Hama Penting Padi #1: Wereng Hijau Pembawa Virus Tungro

Wereng Hijau atau Nephotettix virescens adalah hama penting yang menyerang tanaman padi di Indonesia. Dikenal juga sebagai vektor penyakit karena menyebabkan padi terserang virus tungro. Hama wereng hijau merupakan salah satu hama yang paling berbahaya untuk tanaman padi karena menghisap cairan tanaman dan membawa virus patogen yang menyebabkan pertumbuhan tanaman padi menjadi kerdil. Penyakit tungro pada padi disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh wereng hijau. Tanaman padi yang terinfeksi tungro akan menyebabkan perubahan warna daun, pertumbuhan kerdil, jumlah anakan sedikit dan produksi gabah menurun drastis
nephotettix virescens
Nephotettix virescens

Persebaran Hama Wereng Hijau

Distribusi hama wereng tersebar di daerah tropis secara sporadis, seluruh wilayah Indonesia khususnya daerah Sumatera, Jawa, Sulawesi dan Kalimantan merupakan daerah yang paling banyak laporan serangan wereng. Serangan wereng biasanya menyerang pada skala yang luas dan menyebabkan kerusakan besar pada tanaman padi.

Hama wereng hijau umumnya menyerang daerah sawah tadah hujan dan lahan basah beririgasi. Mereka tidak umum di beras dataran tinggi. Hama ini sangat menyukai tanaman yang terlihat terlalu subur, artinya semakin tinggi penggunaan pupuk nitrogen maka apabila tanpa pengendalian jumlah populasi wereng hijau juga akan semakin meningkat.
nephotettix virescens
Bentuk tubuh wereng hijau dewasa.
Gambar oleh IRRI

Klasifikasi/Taksonomi Wereng Hijau

  Kingdom: Metazoa
        Phylum: Arthropoda
            Subphylum: Uniramia
                Class: Insecta
                    Order: Hemiptera
                        Suborder: Auchenorrhyncha
                            Unknown: Cicadelloidea
                                Family: Cicadellidae
                                    Genus: Nephotettix
                                        Species: Nephotettix virescens

Morfologi Wereng Hijau

Serangga dewasa kecil dan berwarna hijau. Jantan dicirikan oleh dua bintik hitam di sayap.Sifat Kerusakan:Baik orang dewasa maupun nimfa memakan batang dengan mengisap getah. Tanaman yang terinfeksi berubah menjadi kuning dan mati.

Biologi/Siklus Hidup Wereng Hijau

nephotettix virescens
Biologi wereng hijau
Nimfa dan imago memakan daun dan batang muda. Wereng hijau lebih suka mengisap cairan pada jaringan floem, tetapi pada beberapa kasus juga mengisap jaringan xylem pada varietas padi yang  tahan wereng. Seekor betina bisa menghasilkan hingga 300 telur dan menyimpannya di celah bawah epidermis tunas atau di sepanjang tepi atau vena daun. 

Aktivitas Nephotettix virescens lebih sering pada malam hari termasuk berkembang biak. Larva akan menetas setelah 5-10 hari dan membutuhkan waktu 2-3 minggu sebelum menjadi dewasa/metamorfosis. Siklus hidup perkembangan wereng hijau hanya berlangsung rata-rata 4-5 minggu. Betina mulai meletakkan telur generasi berikutnya dalam waktu 2-6 hari setelah muncul dari kepompong. Kondisi hangat dan lembab cukup kondusif untuk penyebaran hama ini.

Gejala Serangan Hama Wereng Hijau

Gejala awal seranga Nephotettix virescens yakni adanya bintik-bintik kuning, transparan yang muncul terutama pada ujung dan di sepanjang tulang rusuk daun. Kemudian diikuti oleh bintik putih keabu-abuan dan coklat pada daun muda. Hama ini cenderung lebih memilih mengambil nutrisi dari daun padi bagian, terutama pada permukaan daun dorsal.

Sawah yang diserang hama wereng sangat beresiko terinfeksi tungro. Ciri-cirinya yakni tanaman kerdil, jumlah anakan produktif sedikit, tanaman kuning, kering dan kemudian layu. Kadang cukup sulit membedakan antara tanaman padi yang terserang tungro dan kekurangan unsur hara.

Untuk mengetahui sumber masalalah berdasarkan ciri-ciri di atas, lakukan tips di bawah ini untuk memerekiksa dan mengkonfirmasi keberadaan hama wereng hijau:

  • Terdapat telur berwarna putih atau kuning pucat di dalam selubung daun atau pelepah daun
  • Terdapat nimfa berwarna hijau pucat atau kuning di sekitar batang dan daun
  • Serangga berwarna hijau kecil bersayap terdapat di bagian atas tanaman, lihat di gambar

Pengendalian Hama Wereng Hijau

Penyebaran hama wereng hijau penyebab tungro dapat dikendalikan dengan cara berikut:
  • Gunakan varietas tahan wereng hijau dan tahan tungro. Hubungi dinasi pertanian atau balai penyuluhan setempat untuk mendapatkan informasi mengenai varietas terbaru yang direkomendasikan
  • Mengurangi musim tanam maksimal dua musim per tahun, lakukan pengaturan tanam dan panen serempak untuk memutus siklus hidup wereng hijau pada musim tanam berikutnya.
  • Bibit transplantasi harus minimal berumur  3 minggu untuk mengurangi kerentanan tanaman padi terhadap penyakit virus yang ditularkan oleh wereng.
  • Berikan nitrogen sesuai kebutuhan menggunakan Bagan Warna Daun untuk menghindari kontribusinya terhadap peningkatan wabah dan populasi wereng. 
  • Mengontrol gulma di lapangan dan di pematang, gulma dapat menjadi inang wereng hijau yang dapat menyebabkan populasi hama meningkat
  • Lakukan rotasi tanaman dengan tanaman non-padi selama musim kemarau untuk mengurangi inang alternatif.
  • Lakukan penyemprotan pestisida yang tepat aturan, tepat dosis, tepat waktu dan tepat cara. Aplikasi pestisida harus sesuai anjuran dari dinas pertanian dan penyuluh setempat.
  • Menggunakan agens hayati dengan musuh alami untuk mengendalikan populasi wereng
Itulah artikel mengenai Hama Penting Padi #1: Wereng Hijau Pembawa Virus Tungro. Silahkan bagikan artikel ini ke kerabat atau rekan-rekan petani untuk memberi informasi kepada mereka mengenai bahaya hama wereng hijau ini. Jika ada pertanyaan silahkan tulis pada kolom komentar di bawah ini. Salam Petani Sejahtera Indonesia.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Hama Penting Padi #1: Wereng Hijau Pembawa Virus Tungro "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel