Indonesia Darurat Regenerasi Petani Muda

Indonesia krisis regenerasi
petani muda
Indonesia krisis regenerasi petani muda (@yugovsky) - Kala itu, tibalah hari pengiriman barang kepada penduduk. Isinya berupa pangan yg ditaruh di dalam box besar kendaraan tanpa roda. Raut wajah warga perkotaan hingga pelosok menyambut gembira kedatangan benda melayang tersebut. Bukan tanpa sebab, kendaraan itu membawa stok pangan untuk dikomsumsi oleh keluarga mereka selama satu bulan ke depan. 

Namun apadaya mereka tidak tahu bahwa makanan yg mereka makan berasal dari bahan baku sintetis yg diimpor dari luar akibat kelangkaan pangan di dalam negeri. Berbagai penyakit dalam mulai menyerang penduduk, mulai dari kanker hingga penyakit baru yg tidak bisa dijelaskan akibat paparan bahan kimia berbahaya yg terkandung pada pangan sintesis yg dikonsumsi.
.
Itulah gambaran masa depan negeri ini jika kita tidak memiliki petani lagi. Saat ini ada lebih dari 60% petani yang sudah berumur >45 tahun yang artinya regenerasi berjalan lambat. Alih fungsi lahan menjadi perkotaan semakin meningkat dan korelasinya selalu positif terhadap kebutuhan pangan. 

Penurunan kuantitas petani, kualitas petani serta lahan pertanian yg sempit menyebabkan produksi pangan semakin menurun sementara pertumbuhan penduduk semakin meningkat. Jika dibiarkan, maka cerita di atas bukanlah fiktif belaka. Semua tergantung kita, mau menjadi pemain di negeri sendiri atau duduk manis menunggu dan menjadi penonton.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Indonesia Darurat Regenerasi Petani Muda"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel