Mencontoh 9 Sistem Pertanian Terasering Terbaik di Dunia

Curabitur placerat est sem  Terraced Paddy Field in Mae-Jam Village , Chaing mai Province

Lahan pertanian terbaik biasanya dipilih berdasarkan bidang datar dengan irigasi yang baik. Bahkan, beberapa tanaman seperti padi memerlukan area yang datar untuk tumbuh. Jadi apa yang akan kamu lakukan jika kamu tinggal di daerah perbukitan sedangkan lahan yang ada kondisinya miring? Manusia datang dengan ribuan solusi elegan bahkan sejak ribuan tahun lalu, solusi yang telah menjadi faktor utama dalam pertumbuhan peradaban besar.

terasering vietnam Beautiful terraced rice field in water season in Laocai province in Vietnam (Photo: Jimmy Tran/Shutterstock)

Pertanian terasering adalah pola bercocok tanam dengan sistem berteras-teras (bertingkat) untuk mencegah terjadinya erosi tanah. Biasanya dilakukan secara mekanis dibuat dengan cara untuk memperpendek panjang lereng dan atau memperkecil kemiringan lereng dengan jalan penggalian dan pengurugan tanah melintang lereng. Praktek terasering telah banyak dilakukan petani daerah dataran Asia hingga ke lereng curam Andes di Amerika Selatan. Berikut ini adalah beberapa contoh pertanian terasering yang telah digunakan di seluruh dunia.

terasering indah Rice fields on terraced of Mu Cang Chai, YenBai, Vietnam. (Photo: Thampitakkull Jakkree/Shutterstock)

Praktek terasering paling sering dijumpai di dataran asia adalah persawahan. Padi membutuhkan banyak air sehingga membutuhkan bidang datar agar pertumbuhan padi tetap baik. Namun karena pembangunan besar-besaran di Asia membuat sebagian besar daerah datar sedikit terpinggirkan untuk pertanian. Cara cerdas yang dapat dilakuak yaitu dengan cara memanfaatkan lahan miring dengan menggunakan sistem pertanian terasering. Salah satu contoh terdapat di daerah Mae-Jam, Provinsi Chaing mai, Vietnam. Ini membuktikan apa yang pada awalnya tampak seperti sulit untuk tanaman padi namun selangkah demi selangkah menjadi sawah yang sempurna.

Sistem pertanian terasering mampu mencegah erosi dan pencucian tanah, tanpa terasering lahan pertanian di daerah perbukitan sulit untuk berkembang karena unsur hara yang kurang dan longsor yang cukup berbahaya bagi manusia dan tanaman. Dengan menggunakan teras, lahan perbukitan dapat tetap produktif selama tanah dirawat dan teras dipertahankan.

terasering bali indonesia Beautiful terraced rice fields of Bali, Indonesia (Photo: EastVillage Images/Shutterstock) 

Selain di Vietnam, pertanian terasering juga banyak dijumpai di negeri kita Indonesia, salah satu terasering terbaik berada di Bali. Selain terkenal dengan daerah wisata, Bali juga terkenal dengan pertaniannya.

terasering italia Terrace farming is also ideal for vineyards and orchards, such as the vineyards in Serralunga d'Alba, Piemonte, Italy. (Photo: M^3/Wikipedia)

Tapi negara-negara Asia bukan satu-satunya benua yang menerapkan sistem pertanian terasering. pertanian teras ini juga cocok untuk kebun-kebun anggur di Eropa, seperti kebun-kebun anggur di Serralunga d'Alba, Piemonte, Italia.Wilayah Mediterania menerapkan pertanian terasering untuk kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun. Lereng bukit yang curam kini berubah menjadi lahan pertanian produktif.

kebun anggur swiss Terrace farms line the coastal hillside of the Lavaux region. (Photo: swisshippo/iStock)

Wilayah Lavaux di Swiss juga menerapkan pertanian teras untuk kebun-kebun anggur yang menghiasi sisi utara Danau Jenewa. Kita dapat menelusuri indahnya perkebunan anggur sepanjang jalan dan membawa kita kembali ke abad ke-11 di negeri Swiss.

pertanian kuno machu picchu Terrace farming is a primary reason why great civilizations could thrive in the South American jungles. Wiñay Wayna ruin near Machu Picchu. (Photo: Rasmus_Christensen/iStock)

Dahulu kala, peradaban di Amerika Selatan juga memanfaatkan potensi pertanian teras untuk memberi makan populasi yang besar. Machu Picchu dan reruntuhan sekitarnya, digambarkan di atas, memberi bukti bagaimana Inca menguasai praktek pertanian. Saat ini banyak petani modern kembali ke praktek pertanian teras yang telah digunakan ribuan tahun yang lalu sebagai cara yang lebih praktis dan produktif untuk meningkatkan produksi pangan dunia

perkebunan teh Tea plantations are famous for the designs they create on hillsides. (Photo: zhudifeng/iStock)

Petani teh juga memanfaatkan pertanian teras, selain meningkatkan produktifitas lahan juga menciptakan pemandangan sebagai daya tarik tujuan agrowisata yang sekarang menjadi tren di negara-negara maju.

kebun teh wallpaper Colorful terrace farms in the Yunnan Province, China. (Photo: isarescheewin/iStock)

Pertanian terasering adalah praktek pertanian kuno dan merupakan salah satu bukti baru dari peradaban lama yang hilang. Baru-baru ini di tahun 2013 peneliti menemukan bahwa pertanian teras digunakan di dekat kota gurun Petra bahkan lebih awal daripada yang diperkirakan sebelumnya - selama 2.000 tahun yang lalu. Menurut peneliti dari Universitas Cicinnati pertanian teras di gurun Petra sukses dilakukan pada gandum, anggur dan mungkin zaitun, Ini adalah awal lahirnya pertanian teras, memanfaatkan lahan dinyatakan un-farmable menjadi produktif untuk memberi makan manusia. Tanpa sistem ini tidak diterapkan pada masa itu, peradaban di seluruh dunia mungkin memiliki masa depan yang sangat berbeda.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Mencontoh 9 Sistem Pertanian Terasering Terbaik di Dunia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel