Mikoriza Bagian I: Pengertian, Pembagian, Fungsi Serta Peranannya

Pengertian Mikoriza adalah suatu bentuk hubungan mutualistikantara cendawan dan perakaran tumbuhan tingkat tinggi. Istilah mikoriza berasal dari kata myces yang berarti cendawan dan rhizae yang berarti akar, jadi secara harifiah mikoriza memiliki arti akar jamur atau akar yang diliputi oleh jamur. Asosiasi simbiotik antara jamur dengan akar tanaman yang membentuk jalinan interaksi yang kompleks dikenal dengan mikoriza yang secara harfiah berarti “akar jamur”. Secara umum mikoriza di daerah tropika tergolong didalam dua tipe yaitu: Mikoriza Vesikular-Arbuskular (MVA)/Endomikoriza dan Vesikular-Arbuskular Mikoriza (VAM)/Ektomikoriza. Jamur ini pada umumnya tergolong kedalam kelompok ascomycetes dan basidiomycetes 
Mikoriza merupakan gabungan simbiotik dan mutualistik antara cendawan bukan patogen atau patogen lemah dengan sel akar hidup terutama korteks dan sel epidermis. Cendawan menerima unsur hara organik yang berasal dari tumbuhan, dan memperbaiki kemampuan akar dalam menyerap air dan mineral (Salisbury dan Ross, 1995). Cendawan ini bersama dengan kelompoknya merupakan suatu golongan organisme khusus, berkemampuan menyerang organ-organ tumbuhan di bawah tanah (subterranean organs of plants), hidup bertahan dengan unsur-unsur organiknya.

Pembagian Mikoriza 
Berdasarkan cara infeksi terhadap inang dan struktur tubuhnya, mikoriza dibedakan menjadi dua tipe, yaitu endomikoriza dan ektomikoriza (Rao, 1994). Akan tetapi ada juga yang membedakan dalam tiga kelompok, yaitu kelompok ketiga merupakan peralihan dari dua bentuk kelompok tersebut yang kemudian disebut ektendomikoriza. Pada endomikoriza, jaringan hifa cendawan masuk kedalam sel korteks dan kemudian membentuk struktur berbentuk oval yang disebut vesikel dan percabangan hifa yang disebut arbuskular, sehingga endomikoriza disebut juga dengan istilah vesicular-arbuscular micorrihizae (FMA). Sedangkan ektomikoriza, jaringan hifa cendawan berkembang diantara sel korteks akar karena jaringan tersebut tidak sampai masuk ke dalam sel, dan membentuk “hartig net” dan mantel di permukaan akar.

Fungsi Mikoriza
  1. Mikoriza dapat meningkatkan absorpsi hara dari dalam tanah
  2. Mikoriza dapat berperan sebagai penghalang biologi terhadap infeksi patogen akar
  3. Mikoriza meningkatkan ketahanan tumbuhan terhadap kekeringan dan kelembaban yang ekstrim
  4. Mikoriza meningkatkan produksi hormon pertumbuhan dan zat pengatur tumbuh lainnya seperti auksin
  5. Menjamin terselenggaranya proses biogeokimia
Peranan Mikoriza bagi Tanaman
Imas et al (1993) menyatakan bahwa struktur mikoriza dapat berperan sebagai pelindung biologi bagi terjadinya patogen akar. Mekanisme perlindungan dapat diterangkan sebagai berikut :
  • Adanya selaput hifa (mantel) dapat berfungsi sebagai barier masuknya pathogen
  • Mikoriza menggunakan hampir semua kelebihan karbohidrat dan eksudat lainnya, sehingga tercipta lingkungan yang tidak cocok untuk pathogen
  • Cendawan mikoriza dapat mengeluarkan antibiotik yang dapat mematikan pathogen
  • Akar tanaman yang sudah diinfeksi cendawan mikoriza, tidak dapat diinfeksi oleh cendawan patogen untuk menunjukkan adanya kompetisi (Subiska, 2002 dalam Widiarti, 2007)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Mikoriza Bagian I: Pengertian, Pembagian, Fungsi Serta Peranannya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel