Budidaya Seledri Dalam Pot Untuk Pekarangan

seledri dalam pot
Seledri merupakan tanaman sayuran yang sering digunakan sebagai bahan pelengkap terutama untuk hidangan berkuah seperti sup, soto, baso dan sesekali juga dijadikan campuran salad. Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini seledri diketahui mengandung segudang manfaat bagi kesehatan sehingga kerap dijadikan sebagai obat herbal. Selain itu, seledri juga bias dijadikan hiasan pekarangan rumah sehingga menciptakan suasana asri rumah kita. Hal inilah yang mendorong orang-orang untuk menanam seledri di sekitar pekarangan rumahnya

Banyak orang yang bilang menanam seledri itu sulit karena benihnya kecil dan waktu sproutnya pun cukup lama. Tapi sebenarnya menanam seledri itu cukup mudah asal tahu teknik yang benar. Hal penting yang harus kita perhatikan adalah pemilihan jenis varietas yang akan  kita tanam, pemilihan varietas bukan saja meliputi ketahanan terhadap penyakit dan hasil produksi, tapi iklim juga harus diperhitungkan. Umumnya seledri dapat tumbuh dengan baik di dataran tinggi, namun karena rumah saya berada di dataran rendah maka saya memilih jenis varietas yang mampu menyesuaikan diri di lingkungan dataran rendah. 

Tahap pertama yang perlu dilakukan yaitu membuat media semai, bisa menggunakan rockwool atau media arang sekam. Masukkan media ke dalam nampan, siram sedikit agar media lembab. Kemudian taburkan benih seledri ke media. Tahap terakhir tutup dengan plastik hitam/kresek. Kenapa harus ditutup? Ini dia kuncinya, menurut pengalaman saya, benih yang ditutup dengan plastik hitam inilah yang paling cepat sprout. Benih seledri sudah mulai sprout dalam waktu 3-4 hari, bandingkan dengan tanpa ditutup plastik yang memakan waktu sekitar 8-10 hari. Hal ini dikarenakan kelembaban dan suhu terjaga, sehingga pertumbuhan benih juga optimal. Buka 2 hari sekali untuk memeriksa kelembaban, jika media sedikit kering semprot kembali dengan hand-sprayer.
baki semai
Baki Semai ditutup plastik hitam

Setelah tanaman berumur 21-25 hari, biasanya sudah mulai menampakkan daun sejati. Ciri-cirinya memiliki 3-4 helai daun, bibit sudah boleh dipindahkan ke dalam polibag kecil ukuran 22 x 14 cm, boleh saja langsung dipindahkan di dalam pot. Media tanam menggunakan campuran tanah top soil, sekam bakar dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1 . 

bibit seledri Bibit sudah tumbuh umur 2-3 minggu

Tips memindahkan bibit dari media semai yaitu dengan cara mengangkat media sekam di sekitar bibit sehingga akar tidak rusak atau terpotong. Lakukan perendaman dengan bawang merah (Artikel coming soon…) agar tanaman tidak stress dan meningkatkan pertumbuhan akar. Lakukan penyiraman dua kali sehari pagi dan sore.
seledri dalam pot Bibit seledri dipindahkan ke polibag 22 x 14 cm

seledri dalam pot Seledri Umur 20 HST (Setelah pindah Pot)

Ketika tanaman sudah cukup besar (umur >2 bulan) , langsung saja dipindahkan ke dalam pot besar agar tanaman dapat tumbuh leluasa. Kelembaban media tanam harus terjaga, jadi harus sering-sering disiram. Apabila media kering biasanya seledri akan layu namun setelah disiram kembali tanaman akan kembali tegak. Bagi kamu yang cukup sibuk, bisa gunakan trik ini. Media pot di taruh di dalam bak plastik lalu diisi dengan air ¼ saja. Dengan trik ini media akan terus lembab dan seledri tetap tumbuh tegak. Kita gak perlu repot-repot menyiram setiap hari. hehe
seledri dalam pot Tanaman seledri dalam pot semi hidroponik :D

Hama dan Cara mengatasinya

hama kutu seledri Hama Aphids pada Seledri
Saat berkebun, pasti saja ketemu dengan hama. Adapun hama yang sering ditemui adalah aphids atau kutu putih di sekitar perakaran. Disarankan jangan dulu lakukan tindakan kimia, Pak teguh melalui blognya aku dan keseharianku memberikan tips untuk membuat pestisida nabati dari bahan-bahan dapur. Bahan-bahannya yaitu bawang putih 3-5 siung, segenggam tembakau (4 batang rokok kretek), jahe sebesar ibu jari. Ketiga bahan tersebut digerus/diblender lalu diencerkan dengan air sebanyak 600 ml, simpan dalam botol bekas air mineral. 

Cara pemakaian cukup ambil konsentrat yang telah dibuat 5-6 ml untuk 1 liter air besih lalu ditambahkan 1 sendok sabun cuci piring sunl*ght. Setelah semua siap langsung disemprot ke bagian yang terserang aphids. Perhatikan dosis, meskipun ini nabati namun apabila dosis terlalu tinggi dapat menyebabkan tanaman layu bahkan mati. Pestisida ini juga terbukti ampuh melawan serangan aphids, thrips dank kutu kebul pada cabai. 

Bagi yang berminat berkebun di pekarangan, artikel diatas bisa dijadikan referensi untuk anda yang suka bereksperimen. Ada suatu suatu kebangaan ketika tanaman yang kita tanam sendiri kemudian dapat menghasilkan sekalipun hanya sebagai pajangan. Saya sudah buktikan… KAMU?

Berlangganan update artikel terbaru via email:

9 Responses to "Budidaya Seledri Dalam Pot Untuk Pekarangan"

  1. informasinya bermanfaat kak, apalagi buat mahasiswa pertanian seperti saya...

    BalasHapus
  2. Apa emang karena saya yang kudet,,, terus terang baru tau ada yang namanya pestisida nabati...

    BalasHapus
  3. Keren

    Pengen coba tanam seledri.

    Gue mah taunya pas udah dijadikam sop, haha :-)

    BalasHapus
  4. Keren

    Pengen coba tanam seledri.

    Gue mah taunya pas udah dijadikam sop, haha :-)

    BalasHapus
  5. Cara budidaya tanaman dalam pot saat ini memang lagi marah yah, emang praktis dan hemat lahan bagi yang tidak memiliki lahan luas.

    BalasHapus
  6. Wah baru tahu nih aku, thank ya..

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel